Panduan 3 Cara Berperang Melawan Kolesterol Jahat (LDL)
Setelah sebelumnya saya memeriksakan kadar kolesterol jahat (LDL) di Pramita Lab Jogjakarta dan ternyata hasil menunjukkan bahwa LDL saya tergolong tinggi, maka saya ingin mendokumentasikan segala pikiran saya disertai dengan berbagai sumber bacaan dari media online dalam rangka melawan LDL.
Ada baiknya sebelum melanjutkan kita mengetahui terlebih dahulu definisi kolesterol. Menurut Wikipedia kolesterol adalah lemak steroid lunak yang diproduksi di hati dan usus. Gunanya untuk memproduksi hormon dan membran sel dan terdapat dalam plasma darah pada semua mamalia.
Setelah mengetahui dasar dari kolesterol Anda wajib mengetahui tahap dari kolesterol dari yang normal sampai yang membahayakan. Berikut ini adalah rentang jumlah LDL (Low-density lipoprotein) beserta penjelasan terhadap jumlah LDL tertentu.
| Jumlah mg/dL | Jumlah mmol/L | Penjelasan |
| 25 to <50 | <1.3 | Tingkat LDL yang optimal yang biasanya terdapat pada anak-anak sehat. Tidak terlihat adanya penebalan pada pembuluh darah arteri |
| <70 | <1.8 | Tingkat LDL yang rendah dan merupakan pilihan untuk hidup terhindar dari penyakit jantung |
| <100 | <2.6 | Tingkat LDL rendah, tetapi tidak menutup kemungkinan untuk terserang penyakit jantung |
| 100 to 129 | 2.6 to 3.3 | Tingkat LDL mendekati tinggi yang merupakan jembatan untuk terserang penyakit jantung |
| 130 to 159 | 3.3 to 4.1 | Tingkat batasan tingginya LDL yang merupakan indikasi bahwa sangat mungkin terkena penyakit jantung |
| 160 to 199 | 4.1 to 4.9 | Tingkat LDL tinggi yang merupakan indikasi berbahawa dan merupakan peringatan akan segera terkena penyakit jantung |
| >200 | >4.9 | Tingkat LDL yang berbahaya |
| Sumber |
Obat penurun LDL
Statin dapat mengurangi partikel LDL dengan cara mencegah enzim HMG-CoA reductase dalam sel, untuk membatasi langkah pembentukan kolesterol. Untuk mengimbangi kurangnya kolesterol, pembentukan reseptor LDL dari hati ditingkatkan. Hal ini membuat partikel LDL dalam darah berkurang. Singkatnya, LDL dalam darah digunakan untuk membentuk kolesterol oleh hati.
Statin itu sendiri tersedia dengan nama obat generik Lovastatin. D.Heber, peneliti di Pusat Gizi Manusia University of California Los Angeles (UCLA), mengungkapkan Lovastatin menghambat produksi kolesterol dalam tubuh. Cholvastatin yang diproduksi oleh PT Sanbe Farma mengandung Lovastatin 20 mg. Harga per tabletnya sekitar Rp10.000 dan harus dengan resep dokter.
Penggunaan Lovastatin itu sendiri sebaiknya tidak melebihi 20 mg/hari. Target pengurangan LDL dengan menggunakan dosis Lovastatin 20 mg/hari dalam 1-3 bulan berkisar antara 20-30%. Penggunaan Lovastatin yang optimal dapat digunakan setelah makan malam. Jangan lupa bahwa penggunaan Lovastatin juga ada efek sampingnya seperti:
- Nyeri otot yang tidak wajar, rasa kebal atau lemah
- Demam, rasa lelah yang tidak wajar dan urin berwarna gelap
- Nyeri pada dada
- Bengkak, berat badan meningkat, urin lebih sedikit dari biasanya
- Mual, gatal, hilang nafsu makan, urin berwarna gelap, kotoran seperti tanah liat, jaundice (kulit atau mata menguning)
Donor darah sebagai penurun LDL
Saya tidak mengetahui persis apakah donor darah terbukti dapat menurunkan LDL atau tidak. Namun, jika dipikir-pikir masuk akal juga. Oleh karena itu, berikut ini catatan yang saya ambil dari sumber online:
Tingginya kadar zat besi dalam darah akan membuat seseorang menjadi lebih rentan terhadap penyakit jantung. Zat besi yang berlebihan di dalam darah bisa menyebabkan oksidasi kolesterol. Produk oksidasi tersebut akan menumpuk pada dinding arteri dan ini sama dengan memperbesar peluang terkena serangan jantung dan stroke. Saat kita rutin mendonorkan darah maka jumlah zat besi dalam darah bisa lebih stabil. Ini artinya menurunkan risiko penyakit jantung.
Tentu dalam darah kita terdapat kolesterol, apabila kita mendonorkan darah maka kita akan mendonorkan kolesterol kita juga. Namun, apakah lalu kita akan kekurangan darah? Tampaknya tidak begitu karena sel darah merah diproduksi oleh sumsum tulang merah dengan laju produksi sekitar 2 juta eritrosit per detik. Baca juga tentang pembentukan darah.
Eritrosit inilah yang paling dibutuhkan manusia sebagai alat untuk mengangkut oksigen dan menyebarkannya ke berbagai jaringan tubuh, sedangkan LDL? Kita buang saja melalui donor, paling kita akan sementara kehilangan sebagian darah kita. Logikanya memang demikian, tetapi tentu saya masih butuh konfirmasi dari yang ahli, apakah bisa dengan cara seperti itu?
Olahraga dan makanan
Berikut ini beberapa tips diet dan olahraga untuk menghindarkan diri dari LDL berlebih:
Makanan
Hindari atau kurangi mengkonsumsi makanan dan minuman berminyak, berlemak, dan mengandung kolesterol tinggi. Contoh: jeroan, kepiting, udang, kerang, kacang-kacangan, daging, santan, minyak, margarin, cokelat, dan gula.
Perbanyak konsumsi makanan dan minuman yang dapat menurunkan kadar kolesterol. Semua buah dan sayuran mengandung serat. Jadi, semua buah dan sayuran juga mampu menurunkan kolesterol. Serat dapat mengikat kolesterol sehingga tak beredar dalam darah. Sedangkan vitamin C untuk homeostasis alias pengatur keseimbangan kolesterol. Hal yang perlu diingat, sayuran yang kaya vitamin C cukup direbus setengah matang. Kalau sampai matang, vitaminnya hilang. Jika sayuran atau buah-buahan dibuat menjadi jus, minumlah bersama ampasnya, karena ampas itu merupakan sumber serat yang mampu menurunkan kadar kolesterol.
Berikut ini juga saya lampirkan beberapa makanan yang mengandung LDL rendah sampai dengan makanan yang mengandung LDL tinggi. Beberapa makanan yang saya bold adalah makanan yang biasanya paling sering dimakan orang Indonesia.
| No. | Nama | Kolesterol | Tingkat Kesehatan |
| 1 | Putih telur ayam | 0 | Sehat |
| 2 | Teripang (haisom | 0 | Sehat |
| 3 | Ubur-ubur | 0 | Sehat |
| 4 | Susu sapi tanpa lemak (nonfat) | 0 | Sehat |
| 5 | Daging ayam pilihan tanpa kulit | 50 | Sehat |
| 6 | Daging bebek pilihan tanpa kulit | 50 | Sehat |
| 7 | Ikan sungai biasa | 55 | Sehat |
| 8 | Daging sapi pilihan tanpa lemak | 60 | Sehat |
| 9 | Daging babi pilihan tanpa lemak | 60 | Sehat |
| 10 | Daging kelinci | 65 | Sehat |
| 11 | Daging kambing tanpa lemak | 70 | Sehat |
| 12 | Ikan ekor kuning | 85 | Sehat |
| 13 | Daging asap | 98 | Sekali-sekali |
| 14 | Iga sapi | 100 | Sekali-sekali |
| 15 | Iga babi | 105 | Sekali-sekali |
| 16 | Daging sapi | 105 | Sekali-sekali |
| 17 | Burung dara | 110 | Sekali-sekali |
| 18 | Ikan bawal | 120 | Sekali-sekali |
| 19 | Daging sapi berlemak | 125 | Sekali-sekali |
| 20 | Lemak sapi | 130 | Sekali-sekali |
| 21 | Lemak kambing | 130 | Sekali-sekali |
| 22 | Daging babi berlemak | 130 | Sekali-sekali |
| 23 | Keju | 140 | Hati-hati |
| 24 | Sosis daging | 150 | Hati-hati |
| 25 | Kepiting | 150 | Hati-hati |
| 26 | Udang | 160 | Hati-hati |
| 27 | Kerang/siput | 160 | Hati-hati |
| 28 | Belut | 185 | Hati-hati |
| 29 | Santan Kelapa | 185 | Hati-hati |
| 30 | Lemak babi | 200 | Berbahaya |
| 31 | Susu sapi | 250 | Berbahaya |
| 32 | Susu sapi krim | 280 | Berbahaya |
| 33 | Coklat (cacao) | 290 | Berbahaya |
| 34 | Mentega/margarine | 300 | Berbahaya |
| 35 | Jeroan sapi | 380 | Berbahaya |
| 36 | Jeroan babi | 420 | Berbahaya |
| 37 | Kerang putih/remis/tiram | 450 | Berbahaya |
| 38 | Jeroan kambing | 610 | Berbahaya |
| 39 | Cumi-cumi | 1.170 | Dilarang |
| 40 | Kuning telur ayam | 2.000 | Dilarang |
| 41 | Otak sapi | 2.300 | Dilarang |
| 42 | Otak babi | 3.100 | Dilarang |
| 43 | Telur burung puyuh | 3.640 | Dilarang |
| Sumber |
Sebagai informasi tambahan terkait dengan asupan makanan, angkak merah ternyata terbukti telah menurunkan LDL. Riset UCLA melibatkan 83 orang berkolesterol tinggi. Setelah minum angkak merah 12 minggu,sebanyak 2,4 gram terlarut pada 100 ml air, jumlah kolesterol jahat atau LDL menurun. Jumlah trigliserida atau substansi lemak penyebab jaringan darah rusak juga turun. Menurut William Adi Teja, angkak menguatkan badan, berapa pun dosisnya. Ia melancarkan peredaran darah dan memompa jantung lebih baik.
Olahraga
Menurut Prof. Dr. Walujo S. Soerjodibroto, Ph.D, guru besar FKUI – Departemen Ilmu Gizi, tubuh manusia sangat susah mengeluarkan kolesterol. Agar kolesterol tidak menumpuk maka harus dikeluarkan secara paksa. Caranya dengan banyak beraktivitas fisik. Lakukan olahraga rutin minimal 20 menit setiap hari.
Kesimpulan
Saya menangkap ada hubungannya antara sumsum tulang merah, fungsi hati, darah, dan kolesterol mengingat hati juga berperan dalam pembentukan kolesterol dan juga eritrosit. Oleh karenanya, bisa saja orang meminum obat Lovastatin lalu dibarengi dengan olahraga yang mengeluarkan keringat minimal selama 20 menit setiap hari. Gunanya agar hati memakai kolesterol dalam darah, dan olahraga untuk mengeluarkan kolesterol secara paksa. Selain itu, dengan tidak memakan makanan yang biasanya dimakan oleh kebanyakan orang Indonesia seperti kuning telur, cumi-cumi, udang, susu, dan santan sudah tentu akan membantu menurunkan kolesterol secara efektif. Untuk donor darah boleh saja dilakukan, tetapi saya tidak tahu apakah itu disarankan dan efektif atau tidak dalam menurunkan kolesterol LDL.
Namun, saya sebagai orang awam tidak tahu apa efeknya jika kombinasi diet seperti di atas dijalankan. Sebaiknya, panduan dan informasi ini digunakan sebagai bahan konsultasi saja kepada dokter Anda dan TIDAK dijadikan bahan acuan sepenuhnya tanpa saran dokter
Apabila ada kesalahan mohon dibantu koreksinya dan apabila ada informasi yang sekiranya penting agar diinformasikan melalui kolom komentar di bawah demi kepentingan kita bersama.
Sumber:
- http://untoro.wordpress.com/2006/09/12/makanan-dan-minuman-penurun-kolesterol/
- http://www.setiabudi.name/archives/404
- http://en.wikipedia.org/wiki/Cholesterol
- http://en.wikipedia.org/wiki/Low-density_lipoprotein#Normal_ranges
- http://en.wikipedia.org/wiki/Statin#Comparative_effectiveness
- http://id.wikipedia.org/wiki/Sel_darah_merah
- http://gmf-mike.blogspot.com/2007/08/manfaat-angkak.html
- http://health.kompas.com/direktori/detail_obat/40/Lovastatin
- http://www.slideshare.net/daninurriyadi/darah


Artikel Sebelumnya
pada salah satu referensi ada yang menyebut kakao (Coklat) baik untuk menurunkan tingkat LDL dalam darah, mohon pencerahannya