Apakah Mendua Itu Salah?

Diantara kalian pastinya banyak yang berpikir apakah mendua itu salah? Perlu diperhatikan terlebih dahulu bahwa konteks mendua di sini adalah tentang hubungan antarmanusia yang memiliki hubungan khusus layaknya pasangan hidup, bukan antarhewan, antaragama, atau antar yang lain.

perselingkuhan

Pertanyaan pada judul artikel ini tentu tidak Anda perhatikan dengan cermat. Kenapa mendua selalu dikaitkan dengan hal yang salah? Mengapa mendua tidak kita kaitkan dengan hal yang baik? Misalnya, dengan membuat pernyataan keuntungan dan kebaikan mendua.

Negatif dan Positif Mendua

Mendua sudah diketahui dapat menyakiti hati orang lain, tetapi di satu sisi juga dapat membuat bahagia orang lain. Mendua tentu membawa kebahagiaan bagi seseorang yang menerima cinta kita, tetapi membawa malapetaka bagi pasangan pertama kita. Hal yang tidak dapat diterima dari mendua adalah terbaginya waktu dan uang, dan terjadinya perubahan sikap terhadap pasangan pertama. Dari sini kita bisa berasumsi bahwa setiap orang memiliki sifat monopolistik yang besar dalam suatu hubungan dan bagaimanapun caranya agar monopoli tetap berjalan dengan berbagai tindakan strategis.

 

benar salah menduaOrang kedua yang tadinya berkata tidak akan masalah jadi yang kedua pada akhirnya akan menyerah juga. Awalnya, Ia merasa optimis dapat menjalankan perannya sebagai yang kedua. Lalu perlahan-lahan Ia akan memakan omongannya sendiri karena tidak pernah puas dengan apa yang ia dapat. Pada tahap inilah hubungan dengan pasangan pertama akan dapat perlahan-lahan terganggu dan lalu hancur. Dapat pula terjadi hal yang sebaliknya, hubungan dengan pasangan kedua yang terlalu mengusik pikiran dan membuat stres dapat membuat seseorang kembali pada pasangan pertama yang sudah mengenal dan memahami karakteristik pasangannya. Hubungan dengan pasangan pertama pun akan berangsur-angsur membaik. Dasarnya apa? Manusia pada dasarnya melindungi dirinya dan menghindar dari musibah, itu adalah Biological Basis of Human Behavior.

Sisi Positif Mendua

Sisi positif dari mendua bagi seseorang dapat berupa tumbuhnya semangat dan ide kreatif agar hubungan yang sedang hangat tersebut terjaga tetap hangat. Hal ini mungkin terjadi secara alamiah karena ada elemen baru yang belum tereksplorasi, warna yang selama ini belum pernah dilihat, bau yang belum pernah diendus, aktivitas baru, link pertemanan baru, dan masalah baru yang harus dijalani. Mengutip dari High Existence bahwa Each piece of existence, idea, inspired writing or human creation is a piece of an infinitely expansive puzzle that can be assembled in an indefinite amount of ways. All you need is to find a few of the right pieces and they can be assembled into something brilliant. Betul! Seseorang perlu menemukan beberapa right pieces dan merangkainya menjadi sesuatu yang brilian! Dalam konteks mendua right pieces di sini adalah elemen baru yang telah disebutkan di atas!

High Existence juga mengutip Chuang Tzu bahwa The superior person uses his mind like a mirror: it accepts all, it reflects all. It receives, but it does not keep. Kata-kata terakhir but it does not keep menunjukkan bahwa seseorang tidak bisa dipaksakan untuk terus dalam hubungan yang membosankan jika ia pada dasarnya does not keep. Inilah yang membuat mendua menjadi terasa sangat sangat menarik. Akan ada hal brilian yang tercipta. Akan terpikirkan hal yang sebelumnya tidak pernah terpikirkan. Akan ada usaha bagaimana caranya agar hubungan dengan yang pertama tetap berjalan baik dan bahagia, dan begitupun dengan yang kedua.

Lalu Di Mana Letak Salahnya?

Pertama, kita harus tahu apakah itu kesalahan. Menurut artikel What is a Mistake? yang ditulis psikoterapis Mel Schwartz kesalahan adalah Decision or an action that we come to regret. Mistakes usually cause some degree of pain, loss or struggle. Certainly we might agree that we don’t like the consequences and hence we call it a mistake. Kata kuncinya adalah regret, pain, dan consequences (penyesalan, rasa sakit, dan konsekuensinya). Ketika mendua menghadirkan ketiga hal tersebut, saat itulah mendua disebut salah.

kesalahan selingkuh

Bagaimana hal yang tidak mengenakkan tersebut dapat hadir? Sebabnya adalah manajemen waktu yang buruk sehingga hilangnya kesempatan baik untuk bekerja, bersosialisasi dengan kerabat dan kawan, maupun melakukan aktivitas me time. Tidak sanggup mencukupi kebutuhan material seperti memenuhi kebutuhan hidup primer, sekunder, dan tersier bagi pasangan. Timbulnya rasa lelah dan stres akibat kacaunya skala prioritas. Hal ini berlaku tidak hanya bagi seseorang yang mendua, tetapi juga bagi pasangan pertama, dan kedua.

Ketika ketiga hal di atas tidak hadir, malah sebaliknya muncul banyak kebahagiaan baru, peningkatan dalam berperilaku dan berpikir kreatif dan positif, dan berkembangnya sinergi antarpasangan, mendua tidak dapat disebut salah.

Oleh karena itu, berdasarkan aksinya mendua dapat terbagi atas tiga bagian, yaitu:

  1. Menelantarkan pasangan pertama, mendahulukan yang kedua
  2. Seimbang antara pasangan pertama dan yang kedua
  3. Sinergi antara pasangan pertama dan kedua

Butir nomor tiga adalah hal yang tampaknya hanya mimpi belaka. Namun, bukankan boleh percaya pada cerita mereka yang telah memiliki berbagai keluarga bahagia? Seperti cerita Ronald Kibuule dari Uganda.

Dapat dimaklumi bahwa banyak fakta yang menceritakan pilunya hasil mendua ketimbang bahagianya. Entah itu disebabkan oleh masalah soal uang, sikap, atau perhatian. Jika dilihat pada artikel tentang penyebab utama perceraian yang ditulis Mary Montgomery, Kim Olver, dan MSN penyebab paling banyak adalah perselingkuhan, keuangan, dan abuse. Oleh karena itu, memang persiapanlah yang harus sangat matang jika memang ingin mendua dengan hasil yang positif.

Saran

saran selingkuhSetelah penulis baca lagi tulisan penulis di atas. Penulis menyimpulkan bahwa mendua adalah hal yang mudah dilakukan, tetapi efek negatifnya cenderung besar dan sebaliknya efek positifnya sulit untuk dicapai. Penulis juga mengidentifikasi bahwa faktor yang dapat jadi pemicu seseorang mendua adalah uang. Sebelumnya, penulis menulis tentang persiapan matang untuk mendapat hasil positif, tetapi otokritiknya adalah apakah persiapan yang matang sekalipun menghasilkan 100% hasil positif atau, paling tidak, lebih banyak positifnya daripada negatifnya? Rasa-rasanya lebih banyak kesalahan yang akan terjadi daripada hal benarnya. Oleh karena itu, berdasarkan perhitungan intuisi penulis belaka, kesuksesan hasil positif mendua kira-kira hanyalah 10% dan penulis menyarankan untuk tidak mendua.

Referensi:

Tags: , , ,

AUTHOR

# Mulutku seperti brankas. Tidak akan terbuka sampai Anda minta untuk membukanya. Semua orang butuh tempat untuk bercerita. Ceritakan pada saya. Pasti akan mendapatkan balasan dari saya apabila bercerita lewat aprillins at gmail.com. Saya tidak akan menanggapi dengan serius, tapi Anda akan mendapatkan jawaban yang masuk akal.

Belum ada tanggapan untuk “Apakah Mendua Itu Salah?”

Silakan Beri Komentar