Penularan HIV/AIDS Tertinggi Regional Asia Ada di Indonesia

Tadi siang saya mengulas tentang obat AIDS Antiretroviral (ARV) dan HAART. Sore tadi saya membeli koran Republika dengan harga Rp3.000 padahal harga yang tertera Rp2.900, tapi gapapa saya relakan. Tujuan saya membeli koran tersebut adalah mencari rubrik tentang pendidikan, ternyata tidak ada. Ya sudahlah, akhirnya saya baca-baca saja. Secara tidak sengaja, saya menemukan sebuah berita tentang penularan HIV/AIDS di Indonesia. Wah kebetulan, saya tidak menyangka.

Dengan demikian untuk memperluas informasi tentang HIV/AIDS maka saya copy-kan artikelnya langsung saja

Penularan HIV/AIDS Indonesia Tertinggi di Asia

Penularan HIV/AIDS di Indonesia tercepat di Asia. Data Kementerian Kesehatan hingga akhir 2009 mencatat penemuan 19.973 kasus AIDS di 32 provinsi di Indonesia, dengan jumlah tertular HIV/AIDS sebanyak 298 ribu orang.

”Indonesia dalam dua tahun terakhir masuk dalam area epidemi dengan perkembangan tercepat di Asia,” kata UNAIDS Country Coordinator, Nancy Fee, saat jumpa pers seusai peluncuran laporan Penularan HIV pada Hubungan Pasangan Intim di Asia, di Jakarta, Rabu (31/3).

Indonesia juga masuk dalam masa transisi pola penularan HIV/AIDS. Jika sebelumnya penularan karena penggunaan narkotika dengan jarum suntik. Namun, 15 tahun terakhir, para penyuntik narkoba tidak lagi menjadi mayoritas orang yang terinfeksi HIV.

”Epidemi di Indonesia infeksi HIV lebih banyak dipicu perilaku seksual,” tutur aktivis HIV/AIDS, Irwanto. Epidemi perilaku seksual tersebut tumbuh cepat dan sedang menyebar cepat pada jaringan kerja seks. Termasuk pasangan jangka panjang, hubungan seks laki-laki dengan laki-laki dan pekerja seks.

Laporan Commission on AIDS in Asia 2008 memperkirakan hingga 10 juta perempuan Asia menjual seks komersial. Sementara itu, sedikitnya 75 juta laki-laki membeli seks secara reguler. Selain itu, meski sulit memperkirakan, jumlah laki-laki yang berhubungan seks dengan laki-laki diperkirakan ada 16 juta. Penelitian ini pun menunjukkan antara 10 persen hingga 60 persen laki-laki berhubungan seks dengan laki-laki sedang dalam pernikahan atau memiliki pasangan tetap perempuan.

Dalam data Kementerian Kesehatan 2009 disebutkan bahwa penularan kumulatif kasus AIDS tertinggi melalui heteroseksual (50,3 persen), diikuti penggunaan jarum suntik (40,2 persen) dan homoseksual (3,3 persen). Menanggapi hal itu, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Linda Amalia Sari, menyatakan bahwa HIV/AIDS saat ini menjadi ancaman bagi Indonesia. ”Yang bisa dilakukan adalah meningkatkan pencegahan penularan HIV/AIDS.”

Diingatkannya, data yang ada saat ini hanya sebagian kecil dari kasus HIV/AIDS yang terdapat di Indonesia. ”Ini merupakan fenomena gunung es.”

Sumber: Republika, Kamis 1 April 2010

Mengutip dari antaranews yang menyebutkan berita yang sama:

Bandung (ANTARA News) – Rendahnya pengetahuan masyarakat terkait penularan dan pencegahan virus Human Immuno Deficiency Virus (HIV) Acquired Immuno Deficiency Syndrome (AIDS), menjadikan Indonesia sebagai negara tercepat dalam penularan HIV/AIDS di Asia.

Yudhi F Oktaviadhi, penulis buku Syair Untuk Sahabat mengatakan hal itu dalam acara bedah buku Syair Untuk Sahabat dan kampanye AIDS di Sekolah Tinggi Bahasa Asing (STBA) Yapari ABA, akhir pekan.

Ternyata perlu pendidikan tentang HIV dan AIDS pada masyarakat Indonesia. Saya tidak menyangka bahwa Indonesia menjadi negara tertinggi dalam hal penularan HIV/AIDS di regional Asia. Duh, duh.. ngga percuma saya menuliskan sebuah artikel tentang HIV dan AIDS tadi siang :roll:

Tetap waspada yah.. 💡

Tags: , , , , ,

AUTHOR

# Mulutku seperti brankas. Tidak akan terbuka sampai Anda minta untuk membukanya. Semua orang butuh tempat untuk bercerita. Ceritakan pada saya. Pasti akan mendapatkan balasan dari saya apabila bercerita lewat aprillins at gmail.com. Saya tidak akan menanggapi dengan serius, tapi Anda akan mendapatkan jawaban yang masuk akal.

Satu tanggapan untuk “Penularan HIV/AIDS Tertinggi Regional Asia Ada di Indonesia”

Silakan Beri Komentar