Cara Berhenti Merokok, Bimbim Pun Berhenti Merokok!

Sepulang dari membeli baju batik di Mirota batik, tidak lupa membeli koran di salah satu kios koran daerah Sagan. Sesampai saya di kosan istirahat sebentar, setelah itu solat, main gitar, tidur-tiduran di lantai, dan baca koran. Pada rubrik Nama & Peristiwa koran kompas, saya menemukan sebuah artikel menarik tentang Bimbim (sang pemain drum grup band Slank) yang berhenti merokok. Begini artikelnya:

Bimbim Berhenti Merokok

Ada yang berbeda dengan penampilan Bimbim (43). Pendiri dan penabuh drum Slank itu sekarang tidak lagi berambut gondrong, tetapi tampil lebih klimis dengan rambut pendek dan tubuh yang kelihatan lebih segar dan berisi. Apa pasal? ”Aku berhenti merokok,” ungkap pemilik nama asli Bimo Setiawan Almachzumi ini di Jakarta, Sabtu (3/4).

Menurut Bimbim, keputusan berhenti merokok adalah salah satu resolusi hidupnya untuk tahun 2010. ”Setelah tahun lalu aku berhasil berhenti minum alkohol, aku berniat berhenti merokok tahun ini. Dan alhamdulillah sudah tiga bulan ini niat itu terlaksana dengan baik,” tutur Bimbim, yang berat badannya bertambah 10 kilogram selama tiga bulan tidak merokok.

Apa efek setelah tidak merokok? ”Dulu setiap pukul 4-5 pagi, aku selalu bangun karena batuk. Sekarang tidak lagi, bisa tidur nyenyak. Kalau pergi ke mal, sekarang bisa nemenin anak seharian penuh tanpa bingung keluar dulu atau nyari tempat buat ngerokok,” kata Bimbim, yang lebih dulu lolos dari jerat kecanduan narkoba ini.

Menurut Bimbim, salah satu tantangan terberat untuk bebas dari rokok adalah rasa tidak enak pada lidah. Itu sebabnya, sampai sekarang ia masih selalu membawa permen mint sebagai pengganti rokok. ”Pas take vocal sama Kaka, aku juga agak grogi karena biasanya nyanyi sambil ngerokok. Biar enggak grogi, akhirnya aku cari pensil buat dipegang di jari seperti rokok, he-he-he,” ujarnya. (DHF)

Sumber: Kompas, Minggu 4 April 2010

Wah, ternyata kuat juga tekad Bimbim dalam menjalankan misi 2010-nya yaitu berhenti merokok. Setelah tiga bulan perjuangan, akhirnya bimbim menemukan pendukung cara berhenti merokok, yaitu permen mint dan pensil! Patut dicoba nih bagi perokok berat!

Sekedar saran bagi yang ingin berhenti merokok:

  • Berhentilah merokok secara bertahap, jangan langsung, ntar tiba-tiba jadi emosian
  • Buatlah alarm hidup. Maksudnya mintalah bantuan orang lain untuk mengingatkan Anda supaya jangan merokok. Lebih baik lagi, jika orang lain itu adalah orang terdekat seperti anak, istri, kakak, adik, nenek, kakek, dan sahabat.
  • Berolahragalah
  • Yakinkan diri untuk berhenti merokok dengan berdoa :mrgreen:
  • Berhenti merokok total. Artinya, jangan mencoba merokok lagi setelah berhasil berhenti merokok.

Akhir kata, saya baru tahu ternyata Bimbim drummer senior bisa grogi juga.. kekekeke 😆

Tags: , , , ,

AUTHOR

# Mulutku seperti brankas. Tidak akan terbuka sampai Anda minta untuk membukanya. Semua orang butuh tempat untuk bercerita. Ceritakan pada saya. Pasti akan mendapatkan balasan dari saya apabila bercerita lewat aprillins at gmail.com. Saya tidak akan menanggapi dengan serius, tapi Anda akan mendapatkan jawaban yang masuk akal.

8 tanggapan untuk “Cara Berhenti Merokok, Bimbim Pun Berhenti Merokok!”

  1. April 4th, 2010 at 07:52 | #1

    HIDUP BIMBIM!!!! smoga bisa jadi inspirasi bagi yg mau berhenti ngerokok 😀

  2. budi
    April 16th, 2010 at 06:27 | #2

    salut untuk kang bim2, cz sampe saat ini gw lom bs bebas dari rokok…………..

  3. May 12th, 2010 at 07:34 | #3

    Saya juga akan berusaha untuk mengurangkan ketagihan merokok buat masa ini dan kalau boleh, cuba berhenti untuk tidak lagi merokok selamanya… :)

    • May 13th, 2010 at 15:25 | #4

      usaha yang bagus.. 😎 patut diapresiasi..! semoga kelak bisa tidak merokok lagi untuk selamanya..

  4. Hendi
    November 10th, 2010 at 15:14 | #5

    saya mau tanya nih,,
    semoga saya mendapatkan pencerahan dari si penulis..
    saya seorang siswa SMK di bandung sudah merokok sejak kelas 2 smp..

    sekarang saya sudah berhenti baru 7hari..
    yang mau saya tanyakan efeknya apa jika kita sudah berhenti merokok??

    saya mohon pencerahannya dari agan penulis nih, semoga mau menjawab..
    dikirim ke email saya ya gan 😉
    terimakasih

    • November 10th, 2010 at 15:58 | #6

      Efek ketika mencoba berhenti untuk merokok itu yang saya ketahui dari pengalaman teman-teman yang sudah berhenti merokok adalah
      – Mereka merasa gelisah
      – Mereka lebih merasa emosian
      – Cepat merasa lelah dan bosan
      – Mulut Ga enak setelah makan
      Oleh karena itu, berhenti merokok sebaiknya ga sekaligus langsung berhenti merokok melainkan bertahap. Misalnya sehari 1 bungkus, dikurangi menjadi ¾ bungkus pada minggu pertama. Minggu kedua jadi setengah bungkus. Minggu ketiga ¼ bungkus. Minggu keempat menjadi 2-3 batang dalam sehari. Minggu kelima 1 batang sehari. Minggu keenam, bebas dari rokok.

      Teman-teman saya yang langsung berhenti merokok itu ternyata tidak efektif dalam menahan rasa ingin merokok dan akhirnya merokok lagi, sedangkan yang bertahap bisa total berhenti merokok.

      Untuk mencegah rasa ga enak bisa makan permen mint atau yang manis2.

      Sekian aja sesuai dengan pengalaman teman-teman ane gan..

  5. didik
    November 14th, 2010 at 22:37 | #7

    Kakek saya adalah perokok berat yg seharinya bisa habis 6 bungkus kretek (bukan filter lho) dan beliau meninggal di usia 76 tahun karena sakit jantung. Kakek saya yg satunya juga perokok kretek berat meninggal di usia 65 tahun karena keserempet truk. Saya juga punya kakek angkat yg juga perokok berat dan meninggal di usia 95 tahun karena sakit demam (mungkin jatah usianya di dunia sudah habis). Merokok adalah kegiatan yg unik dan hanya dapat dirasakan kenikmatannya oleh orang2 yg melakukannya. Orang2 yg tidak merokok akan mengalami kesulitan utk melukiskan nikmatnya kegiatan merokok. Kebanyakan orang2 yg sehat sampai usia tua, umumnya/mayoritas adalah perokok berat; ini adalah pengamatan sehari2 yg saya lihat di lapangan (terutama di kampung2 dan wilayah pesantren tradisional). Mungkin ini adalah kesimpulan yg prematur, yaitu; di tempat/kota yg polusi udaranya sangat tinggi dan tingkat stress yg juga tinggi, rasa2nya merokok adalah salah satu alat untuk melepas/menghilangkan pengaruh polusi yg masuk ke tubuh/stress yg menghantui jiwa. Walhasil, jika anda ingin panjang umur seperti kakek2 saya dan orang2 lain yg sehat hingga masa tuanya, maka merokoklah agar anda mempunyai ketahanan tubuh yg sangat tinggi dari berbagai penyakit (terutama penyakit2 baru)! Atau anda ingin mencari tahu dulu, berapa panjang usia anda di dunia yg ingin anda capai?? 50/60tahun, 70/80 tahun,
    90/100 tahun atau bahkan lebih? Merokok diharamkan (dilarang) bagi yang tidak kuat; baik tidak kuat uangnya dan kondisi fisiknya. Tapi bagi yg kuat, boleh2 saja.

  6. didik
    November 14th, 2010 at 22:37 | #8

    Betul komentar anda semua! Lain otak (pikiran) lain isinya… Terlalu banyak orang yg berkaitan dengan rokok; mulai dari petani tembakau, pengepul, bandar, pedagang/toko & karyawannya, pabrik2 dan puluhan ribu karyawannya. Bila perkebunan mau diberangus (gaya2 PKI nih..) dan pabrik2 rokok ditutup; maka kita harus mau memberi ganti ladang usaha bagi mereka, minimalnya menanggung biaya hidup mereka & keluarganya selama sekian lama sampai mereka mendapat usaha/pekerjaan yg memadai. Bila tidak mau; maka anda yg mahasiswa bisa disebut mahasiswa yg tidak bertanggungjwb, anda yg dokter bisa disebut dokter yg tdk bertanggungjwb, anda yg tukang ibadah bisa disebut sbg tukang ibadah yg lari dari tanggungjwb. Atau paling nggak, anda wajib memikirkan atau mengganti besarnya pajak pendapatan yg diperoleh negara dari rokok yg nilainya trilyunan rupiah! Pajak yg digunakan utk kelangsungan pembangunan negara dan kembali buat kesejahteraan rakyat; atau kita berharap negara ngutang lagi…?? Dokter2 mestinya bersyukur bahwa tetap ada pasien yg datang untuk berobat dan membeli obat (obat yg dibuat dari bahan2 kimia yg juga beracun…). Kalau semua orang di dunia sehat, akan terjadi ketidakseimbangan; dokter kekurangan pasien yg berakibat berkurang pendapatan dan bisa2 fakultas kedokteran akan kosong selama satu abad ke depan…… Bertambahnya jumlah penduduk karena semuanya pada terlalu sehat juga sangat membahayakan; karena lapangan pekerjaan akan maha sempit; pemerintah akan kewalahan dan semuanya pasti menderita. Bagaimana dg binatang2 buas seperti singa, harimau dan buaya yg lebih banyak merugikan daripada manfaatnya; yg membuat hidup manusia tidak tenang & nyaman? Semestinya dibunuh/dibasmi?? Harus Ada Keseimbangan di dalam kehidupan ini…!! Salaaam!

Silakan Beri Komentar