Cara Mencegah Diabetes Dengan Pola Makan Sehat

Setelah membaca iklan pada koran Kompas minggu (4/4), saya tertarik untuk menuliskannya kembali di sini sebagai pengetahuan bagi yang ingin mencegah diabetes atau menyembuhkan diabetes. Silakan disimak..

Gaya hidup modern, siapa yang dapat mengelakkannya. Gaya hidup ini sudah menjadi tren di berbagai pelosok daerah. Apalagi ditambah banyaknya teknologi dan fasilitas yang memudahkan hidup kita. Tentu ini menjadi paket kenyamanan masa kini. Namun, di balik itu semua, gaya hidup ini dapat memicu bahaya penyakit. Lihat saja bagaimana kita menjalankan kegiatan super padat, minim aktivitas fisik, serta pola makan dengan asupan karbohidrat berlebih. Inilah imbas dari gaya hidup modern yang kita jalani.

Prevalensi Penderita Diabetes

Salah satu penyakit yang erat berkaitan dengan pola hidup tidak sehat adalah diabetes. Berdasarkan data World Health Organization (WHO), lebih dari 220 juta orang di seantero dunia mengidap diabetes. bahkan 90 persen penderita diabetes tipe dua (diabetisi) di dunia banyak terkait problem berat badan berlebih dan kurang aktivitas fisik.

Masih dari data WHO, hampir 50 persen kasus kematian karena diabetes terjadi di bawah umur 70 tahun; 55 persen di antaranya terjadi pada wanita. Bahkan, WHO memprediksi angka kasus kematian karena diabetes akan bertambah dua kali pada rentang tahun 2005 hingga 2030.

Sementara itu, prevalensi penderita diabetes di Indonesia menunjukkan tren meningkat. Diperkirakan 11,98 juta orang menjadi penderita diabetes. Tambahan lagi, Persadia memperkirakan sekitar 50 persen diabetisi belum terdiagnosis. Hal ini perlu menjadi perhatian dan kesadaran bersama.

Penyebab Diabetes

Faktor risiko diabetes banyak terjadi pada keluarga yang memiliki riwayat menderita diabetes. Di sisi lain berat badan berlebih (indeks massa tubuh lebih dari 23 kg/m2), kurang aktivitas fisik, hipertensi, atau diet tinggi gula rendah serat. Untuk pola konsumsi yang kurang sehat, yakni dengan karbohidrat berlebih, juga bisa menjadi penyebab. Pasalnya, orang Indonesia lazim mengonsumsi makanan berkarbohidrat.

Kita akan merasa aman untuk mengonsumsi nasi dengan kentang atau mi sebagai lauknya supaya cepat kenyang. Padahal sesungguhnya kedua makanan itu sama-sama mengandung karbohidrat sehingga asupan karbohidrat menjadi berlebihan. Selain itu, kebiasaan sebagian masyarakat Indonesia yang banyak mengonsumsi gula turut memperburuk keadaan. Pagi hari minum segelas teh manis, agak siang dan sore minum segelas kopi manis. Selanjutnya, sesudah makan siang, makan puding manis, dan saat bertamu disuguhi segelas sirup manis. Kalau semua itu dikonsumsi dalam sehari, begitu banyak konsumsi gula yang bisa membahayakan kesehatan.

Pola Makan Sehat

Perubahan gaya hidup ke arah yang lebih sehat dapat dilakukan melalui peningkatan aktivitas fisik dengan berolahraga dan juga diet dengan mengurangi asupan karbohidrat serta menjaga berat badan ideal. Oleh karena itu, tentunya kita perlu pandai-pandai memilih jenis karbohidrat juga untuk jumlahnya. Hindari konsumsi karbohidrat sederhana secara berlebihan. Misalnya gula pasir, madu, sirup, selai, soft drink, dan jajanan manis. Untuk asupan gula pasir, sebaiknya tidak lebih dari lima persen total kalori harian.

Sebaliknya, perbanyak konsumsi karbohidrat kompleks seperti padi-padian, umbi-umbian, sagu, serat, serta gula ada secara alami dari buah, sayuran, dan susu. Prinsip yang dianjurkan yaitu para diabetisi mengasup zat makanan karbohidrat, lemak, dan protein sebanyak masing-masing 45-65 persen, 20-25 persen, dan 10-20 persen dari total kalori dalam makanan sehari.

Untuk mengukur banyaknya asupan karbohidrat, Anda dapat memakai The Idaho Plate Method atau Zimbabwe Handjiwe yang diakui para pakar kesehatan. Cara ideal lainnya adalah menggunakan produk makanan yang mencantumkan dengan jelas jumlah dan jenis nutrisi yang terkandung di dalamnya.

Demikianlah, cara mencegah diabetes dengan pola makan sehat, tidak perlu mahal. Sebenarnya, dengan mawas diri akan konsumsi karbohidrat dan melakukan 2 olahraga rutin sudah cukup untuk melawan diabetes.

Tags: , , , ,

AUTHOR

# Mulutku seperti brankas. Tidak akan terbuka sampai Anda minta untuk membukanya. Semua orang butuh tempat untuk bercerita. Ceritakan pada saya. Pasti akan mendapatkan balasan dari saya apabila bercerita lewat aprillins at gmail.com. Saya tidak akan menanggapi dengan serius, tapi Anda akan mendapatkan jawaban yang masuk akal.

15 tanggapan untuk “Cara Mencegah Diabetes Dengan Pola Makan Sehat”

  1. April 30th, 2010 at 06:30 | #1

    thanks infonya mas…diabetes memang bisa dicegah…

  2. riyana
    May 8th, 2010 at 10:25 | #2

    Contoh makanan apa saja yang bisa dimakan pnderita diabet selain sayur2 an?

  3. lina
    June 24th, 2010 at 19:09 | #3

    apabila seseorang kadar gula nya sudah tinggi,dan hampir mendekati diabet.bagaimana caranya untuk menurunkan kadar gula dalam tubuh??

    • Semuel Supusepa
      November 15th, 2014 at 04:35 | #4

      Diah Ayu Anggraini (Ayu) :
      hai, salam kenal. gw ayu, keluarga gw punya riwayat penyakit diabetes mellitus ini (nenek, kakek dan bokap gw). umur gw sekarang 24 tahun, tinggi 160 cm, sebelumnya gw termasuk kategori kurus, tapi setelah kerja, berat badan gw meningkat 30 kg (70 Kg). hari ini gw tes gula darah ternyata hasilnya : pagi-setelah bangun tdr = 112, dan malam mau tidur = 164. gw sekarang lg shock banget. nenek&kakek gw udah meninggal, bokap gw gula darahnya 340. gw takuuuttt…

      Ndak sah takuuu…………..!

  4. MUNDIA FITRI ANISA.K
    July 5th, 2010 at 13:59 | #5

    bagussss ;-)

  5. amilia ferdinand
    July 21st, 2010 at 17:22 | #6

    keren sip makasih :razz: :smile: ;-)

  6. pras
    September 12th, 2010 at 10:02 | #7

    kalo di smping kuku jmpol kaki trkadang kluar kya nanah tu ciri2 diabetes pa cm krna ptong kuku trlalu pndek
    :l :x :twisted :shock :sad :roll :oops :o :mrgreen: :lol: :idea: :grin: :evil: :cry: :cool: :arrow: :???: :?: :!:

  7. Diah Ayu Anggraini (Ayu)
    December 24th, 2010 at 23:00 | #8

    hai, salam kenal. gw ayu, keluarga gw punya riwayat penyakit diabetes mellitus ini (nenek, kakek dan bokap gw). umur gw sekarang 24 tahun, tinggi 160 cm, sebelumnya gw termasuk kategori kurus, tapi setelah kerja, berat badan gw meningkat 30 kg (70 Kg). hari ini gw tes gula darah ternyata hasilnya : pagi-setelah bangun tdr = 112, dan malam mau tidur = 164. gw sekarang lg shock banget. nenek&kakek gw udah meninggal, bokap gw gula darahnya 340. gw takuuuttt…

  8. sihombing
    July 1st, 2011 at 20:14 | #9

    proses pnyembuhan diabetes lama n tdkna pa trgantung umur?

  9. tya
    July 9th, 2011 at 12:14 | #10

    sebelumnya cari racikan biji pohon mahoni…
    dan hewan undur2…..
    akar zaitun
    dan ginseng….
    terbukti…..

    bagi kita yang muda2….
    penjagaan ketat dalam pola makanan dan mnuman kurangi…mengandung gula/karbohidrat…. konsumsi omega 3( ikan salmon, minyak ikan laut..dll) yang penting sehat…

    diimbangi dengan olahraga yang rutin dibawah sinar matahari jam 6-8, yuk kita sehatkan sekarng sebelum terlambat…..

  10. firdaus
    October 18th, 2011 at 21:56 | #11

    bagaimana mengetahui gejala diabet sedini mungkin ? dan disamping itu saya merasakan kesemutan dijari tangan kurang lebih satu tahun tepatnya sejak tahun 2010-2011 dan gejala tersebut sangat mengganggu pikiran perasaan karena ingin cewpat sembuh, saya akui pola makan seperti itu ala indonesia emang benar tapi kegiatan saya cukup padat setiap harinya hingga sampai jam 8 malam … kegiatan fisik memang agak kurang (olahraga) gula darah saya 114 cek terakhir tanggal 17 september 2011 ini mohon tanggapannya trims

  11. William HB
    December 29th, 2012 at 06:57 | #12

    Terima kasih ini, bisa komunikasi mengenai DM. Saya sdh pacaran dena DM lebih 8 tahun. Komplikasi pernah, krn susah kendali makan sih, apalagi serius kalau kerja pikiran. Wadooh komplikasi hingga paru2 jadi kotor. Syukurlah masih tertolong dengan medication ketat dan sembuh komplikasinya. Tapi DM nya gak la yao. Kabarnya ada penumuan dari salah satu universitas indonesia kalau sdh menemukan penangkal DM tapi produksinya baru di tahun 2018. Apa itu emang benar dan membuat kita bisa tersenyum bisa selamat, kena pula harus bisa diproduksi 2018 bukannya lebih cepat lebih baik. Yang terakhir perlu pendapat an komen yah dari ahlinya. Salam dan tetaaap semangat ….

  12. Semy
    November 15th, 2014 at 04:40 | #13

    Saya kadar gula darah sdh mencapai 224, bingung cara menurunkannya…..!

Silakan Beri Komentar