ATM Kebobolan BCA Wonosari Digugat Nasabah

Pada tanggal 19 November 2009 terjadi kasus skimming di ATM BCA Wonosari Jalan Brigjen Katamso. Antonius Sunardi sebagai korban kehilangan Rp26 juta karena ulang pelaku skimming yang tidak bertanggungjawab. Sunardi melaporkannya ke Polres Gunungkidul satu hari setelah menyadari bahwa kehilangan sejumlah uang di rekeningnya.

Seiring berjalannya waktu sampai bulan April 2010 diberitakan oleh Harian Jogja bahwa mediasi yang dilakukan PN Wonosari kepada kedua belah pihak gagal.

Kronologis Kejadian Pembobolan Kartu ATM BCA

  • 19 November 2009: Sunardi hendak melakukan transaksi di ATM BCA Wonosari Jalan Brigjen Katamso. Berdiri seorang pria bertopi di sebelahnya dan meminjam kartu ATM Gold BCA dengan alasan kartunya nyangkut. Tanpa diberikan kode PIN, peminjam kartu ATM masuk mesin ATM khusus untuk transaksi non tunai. Dalam waktu tidak lebih 5 detik kartu dikembalikan.
  • 21 November 2009: Korban akan melakukan transfer namun rekening ATM diblokir.
  • 22 November 2009: Sunardi mengadu karena ini ATM Gold BCA limit Rp5 juta. Dari semula berisi Rp31 juta tersisa Rp5 juta langsung melaporkan ke Polres Gunungkidul
  • 23 November 2009: Korban meminta kejelasan BCA Wonosari namun justru mendapatkan perlakukan tidak menyenangkan dan dibentak-bentak petugas bernama Edward yang meyakinkan dirinya menjadi korban gendam.
  • Januari 2010: Manajemen BCA Wonosari memisahkan ATM transaksi non tunai ke dalam ruangan kantor dari ruang ATM BCA di luar ruang kantor.
  • April 2010: Mediasi PN Wonosari gagal memediasi BCA sebagai tergugat dengan Sunardi sebagai penggugat

Oleh Endro Guntoro

Bank Central Asia (BCA) di Wonosari Gunungkidul digugat nasabahnya Antonius Sunardi warga Wukirsari Rt 07/10 Desa Baleharjo Kecamatan Wonosari.

Penggugat menuntut pertanggungjawaban atas hilangnya uang senilai Rp26 juta dalam rekening ATM nontunai yang diduga akibat kerusakan mesin ATM dan kurang terjaminnya keamanan nasabah.

PN Wonosari sudah tiga kali melakukan mediasi kedua pihak untuk diselesaikan secara musyawarah, namun proses mediasi deadlock. Gugatan agar penggugat mendapatkan ganti sejumlah uang yang hilang ditolak pihak BCA melalui kuasa hukum.

Pihak tergugat tetap meyakini hilangnya uang dalam ATM atas nama Sunardi murni sebagai kesalahan dan keteledoran meminjamkan kartu ATM kepada seseorang yang belum dikenal. Meskipun saat meminjamkan penggunggat meyakinkan peminjaman kartu ATM itu tidak diikuti dengan pemberian nomor pin pribadi yang menjadi kerahasiaan nasabah pada transaksi 19 November 2009.

Maryono selaku Humas PN Wonosari mengatakan tahapan proses mediasi oleh hakim mediator Mohamad Arif Satiyo Widodo ketiga kali digelar dengan menghadirkan kedua belah pihak gagal. “Karena proses mediasi gagal dilanjutkan persidangan yang akan digelar Senin (26/4) mendatang dengan agenda jawaban tergugat,” kata Maryono kepada Harian Jogja, Selasa (20/4).

Saat ditemui di rumahnya, Antonius Sunardi menyatakan tidak ada maksud untuk menciptakan citra buruk BCA sebagai bank yang selama ini sudah memiliki nama. Hanya, Sunardi menginginkan kejelasan atas menghilangnya sejumlah uang di ATM.

Sunardi sempat diberikan kesempatan menyaksikan rekaman CCTV ke BCA Jogja didampingi saksi dari Polres Gunungkidul dan salah satu putranya. Dalam rekaman kamera CCTV terlihat kecurigaan pada seorang pelaku peminjam ATM Sunardi sejak pukul 11.00 WIB sering mondar-mandir dan keluar masuk ATM BCA di Jalan Brigjen Katamso Wonosari.

Pria bertopi yang menunjukkan gelagat mencurigakan diduga spesialis pembobol ATM bergerak cukup gesit. Hanya dalam hitungan memasukkan kartu ATM pinjaman dari Sunardi berhasil menguras isi ATM BCA Gold senilai Rp26 juta dan menyisakan Rp5 juta. Sementara itu pihak BCA Cabang Wonosari hingga kemarin masih enggan menyikapi gugatan hukum nasabahnya Antonius Sunardi yang telah ditangani PN Wonosari.

Saat Harian Jogja berupaya mendapatkan konfirmasi, Selasa (20/4) sempat dipertemukan seorang pejabat yang mengaku pimpinan BCA Wonosari Brigjen Katamso. “Petugas di sini namanya Pak Edward dimutasi karena namanya disebutkan di salah satu koran. Untuk itu saya tidak mau berkomentar. Silakan Anda konfirmasi berita ke BCA Semarang.”

Sumber: Harian Jogja, Rabu 21 April 2010

Semoga kasus Pak Sunardi dan BCA cepat selesai dan dapat ditemukan solusi yang terbaik bagi kedua belah pihak seadil-adilnya pada 26 April 2010 nanti di persidangan.

Tags: , , , ,

AUTHOR

# Mulutku seperti brankas. Tidak akan terbuka sampai Anda minta untuk membukanya. Semua orang butuh tempat untuk bercerita. Ceritakan pada saya. Pasti akan mendapatkan balasan dari saya apabila bercerita lewat aprillins at gmail.com. Saya tidak akan menanggapi dengan serius, tapi Anda akan mendapatkan jawaban yang masuk akal.

Belum ada tanggapan untuk “ATM Kebobolan BCA Wonosari Digugat Nasabah”

Silakan Beri Komentar