Olahraga Rutin Berpengaruh Besar Terhadap Stamina

Pengalaman saya berolahraga sebenarnya hanya sedikit, yaitu waktu SD karate sabuk hijau, SMP sekedar main basket, SMA sekedar main bola, dan di universitas bermain futsal bersama anak kos. Semua aktivitas olahraga saya lakukan dengan sangat tidak rutin, kadang seminggu sekali, seminggu 3 kali, atau bahkan tidak olahraga sama sekali. Dari situ, saya merasa olahraga yang saya lakukan tidak terlalu berpengaruh apa-apa selain rasa senang bermain dan supaya tidur nyenyak karena kelelahan.

Masuk semester 10 tahun 2010 ini, saya mencoba untuk melakukan olahraga rutin yaitu jogging. Olahraga kecil ini saya lakukan secara rutin setiap sore pada hari selasa, kamis, dan minggu, tetapi akhir-akhir ini sering hujan pada sore hari, jadi saya ganti jadwal jogging dengan hari yang tidak hujan.

Jogging saya lakukan di lingkungan universitas, karena di sana ada tempat yang mirip dengan jogging track dan banyak pula yang berolahraga di situ. Selain banyak orang yang berolahraga, ada pula yang membawa anjingnya jalan-jalan, berpacaran, atau hanya sekedar nongkrong lihat sana-sini. Saya perhatikan, ada wanita yang jogging dengan full make-up, wow! Mau ke pasar mbak? 👿 Yah, itulah wajah per-jogging-an yang selama ini saya lihat.

Tidak Kuat Jogging

Pertama kali melakukan jogging, saya tidak kuat untuk bernapas setelah mencapai sekitar 400 meter. Pada saat itu, saya langsung menepi dari jalur untuk beristirahat sambil terengah-engah :x. Saya tidak menyangka bahwa jogging seperti itu akan membawa rasa pegal pada betis dan kaki sekaligus rasa jantung berdebar, dan napas terengah-engah. Tampaknya, saya terlalu pede untuk jogging se-ideal yang saya inginkan :!:.

Terus Berusaha Secara Rutin

Usaha saya dalam melakukan jogging tidak sampai di situ. Saya tidak merasa kapok mengalami kelelahan yang luar biasa, tetapi saya harus menganggap itu sebagai tangtangan.. eh.. tantangan. Saya pun melakukan perjanjian dengan diri sendiri untuk mengatur jadwal selasa, kamis, dan minggu sore sebagai jadwal jogging. Akhirnya jogging menjadi rutinitas saya.

Pertama-tama orientasi saya untuk terus melakukan jogging adalah untuk olahraga saja supaya sehat. Saya berusaha sebaik mungkin untuk menjaga tubuh selalu sehat dengan jogging ini sebagai tambahan setelah memakan makanan bergizi cukup. Namun, seiring rutinitas tersebut berlangsung maka orientasi saya pun berubah :roll:.

Ternyata Jogging Membuat Stamina Bertambah Bagus!

Tidak perlu mahal untuk berolahraga, bahkan tidak usah bayar, Jogging adalah salah satunya. Saya menyadari dengan melakukan olahraga sederhana ini, stamina saya bertambah bagus! Saya pun mencoba untuk jogging dengan jarak yang lebih jauh lagi, mulai dari 400m ke 800m, 800m ke 1000m, dan seterusnya. Sampai saat ini sudah berhasil sampai 2000m tanpa henti. Dengan kata lain, saya melakukan peningkatan aktivitas jogging secara bertahap.

Terbuktilah dengan pasti bahwa jogging membawa stamina ke arah yang lebih bagus. Selain itu, saya juga merasakan perubahan besar dalam kesehatan yaitu tidak mudah lelah, lebih semangat, dan lebih bisa berpikir dengan baik. Akhirnya saya berani untuk menyimpulkan bahwa rasa sedikit-sedikit pegal dan malas, itu berasal dari tidak adanya aktivitas mengolah tubuh atau olahraga.

Jogging, yang pertama kali tidak begitu senang dan sukarela saya lakukan, sekarang menjadi aktivitas terjadwal. Orientasi saya juga berubah, mula-mula untuk jaga kesehatan sekarang menjadi menambah stamina.. :cool:. Namun, ada kekhawatiran saya tidak bisa mengendalikan emosi dalam mengejar target lalu menyebabkan saya bukannya sehat, tapi malah pusing kelelahan. Hehehe :mrgreen:

Tags: , ,

AUTHOR

# Mulutku seperti brankas. Tidak akan terbuka sampai Anda minta untuk membukanya. Semua orang butuh tempat untuk bercerita. Ceritakan pada saya. Pasti akan mendapatkan balasan dari saya apabila bercerita lewat aprillins at gmail.com. Saya tidak akan menanggapi dengan serius, tapi Anda akan mendapatkan jawaban yang masuk akal.

8 tanggapan untuk “Olahraga Rutin Berpengaruh Besar Terhadap Stamina”

  1. March 13th, 2010 at 07:45 | #1

    baru sempat mampir…
    lagi ada rapat seharian persiapan UNAS.

    esok pagi rencana Jogging dengan keluarga Rutinitas di hari libur.

    • aprillins
      March 14th, 2010 at 04:08 | #2

      wow.. oh iya sebentar lagi unas.. semoga adik saya lulus.. hehehehe.. jogging enak loh….

  2. March 13th, 2010 at 07:46 | #3

    Makasih banyak atas infonya yang lengkap.

  3. March 13th, 2010 at 11:54 | #4

    tampilannya ga menariik

  4. March 14th, 2010 at 04:44 | #5

    saya sudah jarang olah raga nih,,makasih infonya sob,,sangat bermanfaat

  5. lutfi
    November 14th, 2011 at 22:26 | #6

    maaf sebelumnya, saya hanya menambahkan saja, awas jgn sampai keliru mengenai batasan stamina, alnya hampir sama dgn daya tahan/endurance. stamina ini adalah tingkatan daya tahan yang lebih tinggi derajatnya daripada endurance. maka sebelum berlatih untuk stamina, diharuskan memiliki tingkatan daya tahan tertentu.
    batasan stamina: kemampuan seseorang untuk bertahan terhadap kelelahan, artinya meskipun berada dalam kondisi lelah dia masih mampu untuk meneruskan latihan/pertandingan/pkrjaan. Jadi di dalam hal ini, kerja stamina sudah memasuki kerja tubuh pada tingkat anaerobik yang intensitasnya tinggi.dsb

    • November 16th, 2011 at 10:02 | #7

      wah terima kasih atas penjelasannya, sangat menarik. Saya baru tahu kalau ada perbedaannya tentang kedua hal tersebut.

Silakan Beri Komentar