Keluh Kesah Pulsa 2000 SMS Im3 Membuat Bangkrut Pedagang Pulsa
Tadi saya iseng-iseng browsing untuk melihat keadaan kata kunci salah satu artikel blog ini di Google. Ternyata artikel tentang pulsa 6 bulan tidak habis-habis mendapat posisi nomor dua. Yah, tidak apa-apa yang penting bisa dapat posisi di halaman pertama. Begitu lihat posisi di bawah saya ternyata ada Yahoo! Answer. Ternyata di dalamnya terdapat keluh kesah.

Keluh kesah paket 2000 SMS
Saya tidak mau menerka-nerka apakah sang penulis ini adalah pedagang atau bukan, tetapi saya mau memberikan sedikit komentar. Pada pernyataan tersebut disebutkan bahwa ada 10 counter pulsa bangkrut dalam satu bulan akibat pulsa 2000 SMS Im3. Ah, masa iya?
Setahu saya yang membeli pulsa 2000 SMS itu harus tetap membeli pulsa minimal Rp 25.000 untuk melanjutkan masa aktifnya dalam selama sebulan. Jadi tidak mungkin dalam satu bulan itu penjual pulsa tidak dapat pembeli. Coba baca artikel tentang masa aktif pulsa 2000 SMS. Dalam artikel tersebut saya telah jelaskan secara lebih rinci tentang pulsa Im3 yang satu ini.
Tindakan Pihak Im3
Kalau ditanya tindakan pihak-pihak terkait, tampaknya belum ada tindakan sampai saat ini, toh nanti kalau memang ada masalah pasti Im3 bertindak. Seperti dulu ada pulsa yang memberi masa aktif selama 1 tahun, tetapi sekarang sudah tidak ada lagi (correct me if I wrong) mungkin pihak Im3 berpikir dengan ada masa aktif 1 tahun, orang malah tidak beli pulsa.
Saya rasa tidak terlalu bermasalah pulsa 2000 SMS ini karena tidak semua orang memakai Im3 dan saya pribadi meskipun ada beribu-ribu SMS akhirnya pasti menggunakan call juga.
catatan: saya bukan pendukung Im3, saya bukan pegawai Im3, tapi hanya pemakai Im3 yang SMSnya tidak selalu sampai ke Simpati


Artikel Sebelumnya
cuy masih kalah sama 3 ya tetepppppp
ga ada matinyeee..pulsanya juga meriah
Pernyataan yang berlebihan, lebay. Gak mungkinlah kalo pedagang pulsa bangkrut gara2 paket sms indosat. Kebetulan saya juga sangat terbantu dengan adanya paket sms ini, jadi bolehlah kalo ada yg menyangsikan obyektivitas saya.
1. Cuma berapa persen sih pengguna indosat dari sekian banyak pengguna ponsel? Operator ada segitu banyaknya kan? Itupun setau saya cuma segelintir orang yg tau adanya paket sms ini, dan cuma sedikit lagi dari yg tau itu yg memutuskan utk memanfaatkan paket ini, karena gak semua orang lebih banyak menggunakan sms daripada call. Jadi bisa dibayangkan seberapa kecilnya persentase pengguna paket sms ini.
2. Seperti kata author, pengguna paket sms ini toh tetep aja harus beli pulsa tiap bulannya utk perpanjang masa aktif nya, jadi aja statement pedagang bangkrut karena paket sms makin tidak valid.
3. Kita selalu teriak2 sama pemerintah, dan siapapun yang ada ‘diatas’, supaya harga ini dan itu diturunkan. Nah kalo sekarang harga pulsa, dan layanan telekomunikasi diturunkan, koq pedagang jadi protes? Apa sih maunya bangsa ini? Dikasih murah protes, mahal protes juga?
Kalo kejadian ini terjadi pada hal lain, bensin misalnya – yg seperti kita tahu sering jadi polemik kalau ada kenaikan harga -, apakah bakal ada protes juga? Coba bayangkan kalo pemerintah menurunkan harga bensin premium menjadi Rp. 500,- per liternya, lalu pengusaha pom bensin teriak2 mengaku rugi karena harga bensin segitu murahnya.. Konyol kan?
Emang lucu sekali bangsa kita ini…