Let’s Start Sharing Not Selling

Lihat saja judulnya let’s start sharing not selling apakah ini sosialisme? Kalau tidak ada penjualan atau sale bagaimana nanti barang-barang bisa laku? Bisa saja, karena kalau semua orang saling berbagi atau share maka setiap orang akan mendapatkan benda atau barang yang diinginkannya. Contoh dari sharing goods yang bagus adalah ketika di dunia ini hanya ada saya dan Mardjo, saya memiliki hanya Aqua 1500 ml dan Mardjo 1 kg nasi. Sudah bisa ditebak, apabila saya tidak makan saya akan mati dan Mardjo pun akan mati kehausan jika tidak minum. Dari situlah terciptalah barter atau pertukaran, atau dengan kata yang lebih bersahabat lagi yaitu sharing. Jadi memang dari dulu sudah ada itu yang namanya start sharing not selling atau jika dibahasa Indonesia-kan menjadi “mulailah berbagi bukan menjual”.

Sharing Zaman Modern

Apakah sharing dapat diterapkan di zaman modern yang penuh dengan berbagai produk elektronik, kosmetik, mesin, dan lain-lain? Tetap bisa, tetapi wilayahnya terbatas. Kalau zaman dulu sebelum ada mata uang berbagi merupakan syarat utama dalam melangsungkan kehidupan karena no share no goods no foods therefore a death. Kalau zaman sekarang, sudah tersedia alat tukar yang namanya uang, inilah benda kecil yang paling utama dalam memperoleh makanan atau barang, bukan dengan cara barter lagi.

Apa yang di-share?

Sharing hanya bisa dilakukan di tempat spesifik dengan produk atau barang yang spesifik, contohnya ya di blog ini menyediakan artikel dari berbagai pengalaman pribadi, iya itu juga sharing namanya. Berbagi tidak selalu melibatkan diri yang selalu diuntungkan, tetapi demi orang lain juga, misalnya sharing picture, sharing e-books, dan share order. Memang, tidak ada keuntungan ekonomis yang dapat diperoleh secara langsung dari kegiatan berbagi (sharing activity), tetapi ini merupakan jalan dalam memupuk keuntungan yang jauh lebih besar di masa depan.

Keuntungan sharing

Dengan menjual (selling) seorang pembeli (buyer) tidak akan memiliki rasa hutang budi kepada si penjual (seller), kalaupun ada mungkin itu perasaan senang karena telah dilayani dengan baik, transaksi berjalan mulus, dan berlangsung cepat. Bedanya dengan berbagi, sharing ibarat menanam pohon uang yang nantinya uangnya bisa dipetik kemudian hari.

Orang akan merasa berhutang budi kepada si sharer, orang pun akan senang hati membantunya jika ia tersandung masalah. Orang yang berbagi, meskipun jumlah yang dibaginya itu tidak seberapa misalnya berbagi tempe goreng kepada orang lapar, bisa saja nantinya orang lapar itu menjadi orang kaya dan ia pasti membalas budi berkali-kali lipat, ini tidak mustahil karena tidak menolong atau tidak membalas budi orang yang telah membantu kita sangatlah tidak enak! Kita akan berusaha sebaik mungkin untuk menolong orang yang telah berbuat baik pada diri kita. Namun, kita tidak selalu harus sharing karena kita membutuhkan uang untuk hidup, masa iya barang dagangan atau rahasia bisnis dibagikan begitu saja, nanti anak dan istri makan apa? Oleh karenanya, bolehlah berbagi tetapi tetap rasional dan memakai akal sehat.

Makin banyak orang yang merasa tertolong dari diri kita, maka makin banyak pula pertolongan yang akan kita dapatkan di masa yang akan datang. Makanya, START SHARING NOT SELLING.

Indonesian Publisher Community

Tags: ,

AUTHOR

# Mulutku seperti brankas. Tidak akan terbuka sampai Anda minta untuk membukanya. Semua orang butuh tempat untuk bercerita. Ceritakan pada saya. Pasti akan mendapatkan balasan dari saya apabila bercerita lewat aprillins at gmail.com. Saya tidak akan menanggapi dengan serius, tapi Anda akan mendapatkan jawaban yang masuk akal.

3 tanggapan untuk “Let’s Start Sharing Not Selling”

  1. July 16th, 2010 at 23:48 | #1

    sebuah teori yang hebat. keep sharing

  2. July 27th, 2010 at 23:19 | #2

    :mrgreen: benar..benar ! tapi sharing juga harus ikhlas, bukan untuk jaga-jaga kalau nanti kita butuh bantuan orang yg kita-share..
    sharing soal-soal ujian tahun lalu joga boleh, siapatau next year soalnya dipake lagi.. haha ^^ nice review !

    ~blogrun~ 😉

Silakan Beri Komentar