Tentang makna ‘Visi’, ‘Misi’, dan ‘Tujuan’ dalam setiap anggaran dasar suatu kelompok masyarakat

Pasti di antara kalian ada yang mengetahui bahwa sebuah kelompok masyarakat di segala bidang, termasuk keompok usaha perekonomian atau perusahaan hingga perkumpulan olah raga, pasti memiliki sebuah anggaran dasar, sebuah penyataan tentang identitas dan kegiatan yang menjadi ciri, sejarah, dan dasar dari suatu perkumpulan dapat berdiri. Setiap perkumpulan pasti memiliki anggaran dasar, bahkan perkumpulan ibu-ibu dikala arisan. Anggaran dasarlah yang menentukan peraturan, kebijakan, dan arah kurikulum atau dasar kegiatan di setiap perkumpulan.

Disini saya tidak akan membahas isi anggaran dasar yang kebanyakan berbelit-belit. Saya hanya akan membahas tiga hal pokok yang selalu menjadi pembicaraan serius dan panjang dalam merumuskan anggaran dasar, yaitu Visi, Misi, dan Tujuan. sebelum membahas arti dan makna dari ketiganya, saya akan memceritakan suatu pengalaman menarik dikala saya melihat banyaknya perusahaan, sekolah, universitas, bahkan organisasi besar, membuat ketiganya dengan bahasa yang maknanya hampir mirip. saya ambil contoh, visi, misi, dan tujuan dari Universitas Gadjah Mada (gak ada maksud mengejek, hanya menjadikannya sebagai contoh dan kebetulan saya tahu persis implikasi dan implementasinya, karena saya juga kebetulan almamater UGM). berikut adalah kutipan langsung dari situs UGM.

Visi

Menjadi universitas riset kelas dunia yang unggul, mandiri, bermartabat, dan dengan dijiwai Pancasila mengabdi kepada kepentingan dan kemakmuran bangsa.

Misi

    Misi Umum :

  • Melaksanakan pembelajaran dan pengabdian berbasis riset.
    Misi Khusus :

  • Meningkatkan kegiatan pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat berkelas dunia, beridentitas kerakyatan serta membangun sosio-budaya Indonesia
  • Menuntaskan transisi UGM menjadi universitas yang mandiri dan mempunyai tata kelola yang baik (Good University Governance).

Tujuan

  1. Menjadi universitas riset kelas dunia yang beridentitas kerakyatan dan berakar pada sosio-budaya Indonesia
  2. Menjadi Universitas yang mandiri dan bertata kelola baik (Good University Governance).

Secara isi, saya setuju dengan misi dan tujuan yang mulia tersebut, walaupun nanti akan saya bahas juga, apakah keduanya sudah memadai atau belum untuk dijadikan misi dan tujuan. Pertama, saya selalu melihat bahwa visi itu dimulai dengan kata-kata “menjadikan”. Selain menjadi mirip dengan tujuan, asal kata visi adalah ‘vision’ (noun, Inggris) yang artinya penglihatan, impian, wahyu, atau daya lihat. Jadi sebenarnya Visi adalah kurang lebih bermakna sebagai cara pandang, semangat, atau impian yang menjadi perwujudan arah pengembangan jangka panjang dari kegiatan yang ada didalam suatu perkumpulan atau lembaga tersebut. Agak bisa dipahami bahwa pembedaannya dengan tujuan

bandingkan dengan Visi UI (Universitas Indonesia), yaitu

“UI diakui sebagai Universitas Riset yang merupakan pusat unggulan ilmu pengetahuan, teknologi dan budaya.”

walaupun tidak memakai kata ‘menjadi’, tapi visi seperti itu juga terlihat kurang kokoh dan hanya seputaran ‘diakui’ saja. Jadi semangatnya UI sampai taraf “diakui” sedangkan UGM malah baru “menjadi”.

Lagian klo menggunakan “menjadi”, apa bedanya dengan tujuan?

Visi atau cara pandang atau semangat itu lebih dari sekedar “menjadi”.  seperti sebuah motif, watak, “ciri khas”, atau penggerak dari etos seseorang dalam melakukan sesuatu. seperti ada anak SD yang memiliki tujuan lulus ujian, nah visi dalam hal ini lebih ke arah “lulus dengan nilai sempurna” atau “dengan cara yang jujur”, dll? hingga menimbulkan berbagai macam Misi sebagai cara untuk mewujudkan tujuan dengan watak yang tertuang dalam visi.

Jadi, sebenarnya menurut saya, dalam urutannya, suatu perkumpulan, organisasi, lembaga, badan, atau apapun yang berkaitan dengan wadah perkumpulan orang banyak, harus dapat memastikan watak mereka, kemudian menentukan metode dan caranya, hingga tujuan dari perkumpulan mereka. Ketiganya harus dirancang terpisah, sebab ketiganya bukan sebuah urutan, tapi anggaran dasar yang saling berkaitan.

klo mo nyoba nyutak-atik visinya UGM, kira2 jadi begini… “sebuah universitas di Indonesia yang berbasis riset berdasarkan asas-asas Pancasila”   = )

Tags: , , , ,

AUTHOR

# Canggih Gumanky Farunik, lahir di Tangerang tanggal 6 Juni 1987. Menyelesaikan studi S1 di Fakultas Filsafat UGM Agustus 2010, dan sekarang sedang menjalani studi di S2 Fakultas Filsafat UGM sambil mencoba mendalami Epistemologi dan Filsafat Ilmu. Menulis disini atas ajakan mas "Aprillins" sambil menyuarakan kegerahan atas mandulnya intelektualitas bangsa Indonesia ini, sambil mencari solusinya untuk masa depan..... ^_^v

Satu tanggapan untuk “Tentang makna ‘Visi’, ‘Misi’, dan ‘Tujuan’ dalam setiap anggaran dasar suatu kelompok masyarakat”

  1. Zerah
    April 10th, 2011 at 22:23 | #1

    :smile: I agree it.. masa depan kita akan menjadi cerah kalau kita ada Misi, Visi, dan matlamat dalam pendidikan sendiri..Insyallah, kita akan berjaya kalu kita ada matlamat tersendiri untuk berjaya..

Silakan Beri Komentar