Ciuman disensor di Televisi tetapi kekerasan TIDAK

sudjiwo tedo berkata di twitter

Begitulah kira-kira yang di-tweet oleh seseorang di Twitter, siapakah dia? Lihat saja pada gambar.

“Ciuman disensor di TV tapi kekerasan tidak. Anak-anak hanya boleh lihat manusia saling benci, padahal manusia juga bisa saling cinta.”

Menurut saya ini kalimat yang sangat bermakna dan patut dijadikan perenungan bagi siapa saja yang menganggap ciuman itu lebih buruk daripada kekerasan dan kebencian.

Tags: ,

AUTHOR

# Mulutku seperti brankas. Tidak akan terbuka sampai Anda minta untuk membukanya. Semua orang butuh tempat untuk bercerita. Ceritakan pada saya. Pasti akan mendapatkan balasan dari saya apabila bercerita lewat aprillins at gmail.com. Saya tidak akan menanggapi dengan serius, tapi Anda akan mendapatkan jawaban yang masuk akal.

3 tanggapan untuk “Ciuman disensor di Televisi tetapi kekerasan TIDAK”

  1. October 23rd, 2010 at 16:26 | #1

    saya kira dua-duanya ada sisi positifnya kalau dilarang

    • October 23rd, 2010 at 23:01 | #2

      kalau itu ya jelas ada sisi positifnya 😀 tapi maksud di sini menekankan “mengapa”

  2. nanan
    December 11th, 2010 at 01:08 | #3

    karena adegan ciuman lebih “menggerakkan” hati ibu-ibu dibandingkan adegan kekerasan.

    karena ciuman bagi kebanyakan orang hanya digunakan untuk foreplay.

    foreplay selalu menjurus ke arah seks. kalau anak anak bersinggungan dengan seks maka akan gawat sekali.

    begitu kira-kira. dangkal tapi mayoritas.

Silakan Beri Komentar