Kondisi Psikologis dapat Memengaruhi Tingkat Kreativitas

kreativitas plus pusingBeberapa bulan yang lalu saya ditodong untuk menulis sebuah naskah dalam sebuah pertunjukan di sebuah komunitas teater.  Sewaktu dengan itu saya harus mengejar target menulis skripsi, ditambah dengan tugas lapangan untuk penelitian kecil-kecilan. Wauw, ternyata banyak sekali tugas saya. Dan pada akhirnya saya melepas tugas satu-persatu dan memilih mengerjakan satu saja. Saya lebih memilih untuk mengerjakan tulisan naskah untuk sebuah pertunjukan sekalian menjadi aktornya. Oke2..

Permasalahan belum sampai pada itu saja, ketika menulis naskah, bagian opening  yang saya buat tak selurus yang biasa dibuat oleh penulis handal. (Perbandingannya adalah saya penulis handal dan penulis handal yang lain dalam konteks organisasi teater kampus). Pikiran saya sedang tertutup pada saat itu, dan pertunjukan telah menunggu beberapa hari kemudian, tanpa naskah yang selesai dengan rapi.

Sehari semalam saya meninggalkan kegiatan harian. Saya mengumpulkan beberapa teman dan mengundang mereka untuk pergi berlibur.  Menikmati udara dingin semilir, danau yang berkawah dan candi-candi yang terlihat samar karena tertutup kawah danau. Saya berlibur ke Dieng, Wonosobo. Menaiki bukit yang sedikit menanjak dengan nafas tersengal-sengal. Melihat pemutaran video tentang masyarakat Dieng dan hostorisnya. Menikmati kacang rebus yang hangat dan seduhan teh tubruk diteras penginapan. Hmm.. nikmat. Pikiran saya sementara bisa istirahat dari rutinitas dan sedikit bisa mendekatkan diri dengan alam yang penuh energi.

Kembali dari liburan, dan kembali kepada kewajiban saya untuk menulis naskah yang akan saya mainkan empat hari kemudian.  Ternyata tidak membutuhkan waktu yang lama untuk menulis naskah berdurasi 15 menit yang akan saya mainkan dipertunjukan. Otak saya tidak serasa kram dan tidak lagi bingung mengatur alur yang akan saya buat, sekalian mengimajinasikan gesture dan bentuk pertunjukan saya. Naskah kebut sesore dan intens berlatih selama empat hari, sehari saya berlatih minimal 3 jam. Dan jadilah sebuah pertunjukan sederhana. Riuh tepukan tangan penonton membuat saya sedikit bisa bernafas lega dan menambah semangat saya untuk berkarya selanjutnya.

Pada akhirnya saya menyadari bahwa semakin mendapat tekanan psikologis, semakin sulit untuk membuat karya kreatif. Selamat berkarya dan jangan lupa refreshing untuk membuka jalur kreatif.

Tags: , ,

AUTHOR

# kuliah Fakultas Filsafat di Universitas Gadjah Mada. Sekarang tinggal di Yogyakarta.

Satu tanggapan untuk “Kondisi Psikologis dapat Memengaruhi Tingkat Kreativitas”

  1. asam
    June 3rd, 2012 at 19:51 | #1

    salam,

    Inspiratif sekali mbak. Jadi sedikit mengerti pada para seniman, terutama di industri musik, dimana kebanyakan menggunakan jalur pendek untuk memanipulasi kreatifitas dengan menggunakan drug. Hanya otak dan nafsu yang dimanipulasi, tetapi jiwa dan raga hancur pelahan.

Silakan Beri Komentar