Dari Kuliah Sampai Bubur Ayam Syarifah

Walhasil, saya telah bangun dengan rasa ngantuk yang luar biasa pagi ini, soalnya tadi malam tidur sekitar jam 01.30. Meskipun rasa ngantuk itu memberatkan saya untuk beranjak dari kasur dan dinginnya udara pagi, tetap saja saya harus bangun untuk kuliah filsafat barat pra-modern pagi tadi. Untuk melawan rasa ngantuk, saya coba duduk dan bermain gitar. Hasilnya, saya tetap ngantuk, tetapi mata jadi lebih terbuka dan konsentrasi berangsur-angsur terkumpulkan. Akhirnya, saya mandi lalu berangkat kuliah.

Kuliah pagi ini cukup menarik karena ada “dongeng” dari dosen. Dalam dongeng tersebut adalah isi bukunya Plato yang berjudul, kalau tidak salah, Apodia. Dongengnya menceritakan tentang perjalanan hidup gurunya Plato yaitu Sokrates. Bagian yang paling menarik adalah ketika Sokrates hendak dihukum mati dengan minum racun, ternyata Sokrates meminum racunnya itu sendiri dengan ikhlas. Mungkin, hal ini diceritakan karena biasanya orang yang divonis hukuman mati dengan minum racun, akan dipaksa diminumkan racunnya kepada sang tervonis mati, sedangkan Sokrates meminumnya sendiri. Bahkan, Sokrates meminta saran dan petunjuk dari petugas tentang cara meminum racun yang benar supaya matinya bisa cepat.

Wah, kuliah pun terasa berjalan dengan cepat sampai akhirnya selesai.

Selesai kuliah saya bertemu dan berkumpul dengan tiga orang angkatan saya, mereka berinisial KD, AD, dan AR (udah kayak kriminal aja pake inisial wkwkwkwkw 👿 ). Kami pun membicarakan hal yang tidak penting mulai dari eksistensi angkatan kami, soal kerjaan dan uang uang uang, sampai dengan KKN tentang pengembangan alat biologi, entah apalah itu. Akhirnya, pembicaraan ditutup dengan pergi ke bubur ayam syarifah (BSA) di Sagan, Yogyakarta. Sayangnya, yang pergi cuma saya KD dan AD saja, sedangkan AR pulang ke rumahnya untuk melakukan kesibukannya.

Sesampainya di BSA kami pun memesan 3 bubur ayam sebagai pengganjal perut dan obrolan santai pun dimulai. Obrolan masih berkisar tentang eksistensi angkatan, tetapi lebih spesifik lagi. Kami pun mulai membicarakan teman satu angkatan yang kami nilai kondisinya sedang tidak baik. Dalam pembicaraan tersebut ya kami berpikir positif sajalah.

Lanjut lagi ke soal yang lebih menarik yaitu tentang sogok menyogok dalam salah satu universitas di Yogyakarta. Si AD punya seorang teman, sebut saja SS. AD menceritakan bahwa si SS ini adalah anak dari seorang investor atau pemilik suatu proyek di Jakarta. SS jarang sekali masuk ke dalam perkuliahan, tetapi nilainya selalu saja bagus. Hal ini tentu bisa dipertanyakan, kenapa bisa begitu? Ternyata, namanya orang punya uang uang uang, ya bisa saja melakukan sesuatu yang sedikit ekstrim yaitu menyogok.

Sogokan yang dilakukan SS ini tidak main-main jumlahnya, ya kurang lebih Rp200.000.000. Sogokan ini memiliki fasilitas untuk:

  1. Memiliki nilai mata kuliah yang baik antara A dan B. A dikhususkan jika, SS masuk dalam perkuliahan dan B jika tidak masuk
  2. Pembuatan skripsi oleh dosen pembimbing, jadi si SS tinggal santai dan wisuda saja

Dengan jumlah yang begitu besar, sangat besar pula kemungkinan untuk mempercayai bahwa fasilitas di atas bisa dipenuhi dengan baik. Dalam kasus ini, nampaknya dugaan penyogokan di perguruan tinggi bisa semakin kuat nih.. hayo hati-hati yang merasa..

Nah, kata teman saya KD, jangan sampai orang seperti ini jadi presiden, karena tahu sendiri akibat yang akan terjadi hehehhe :evil:. KD bisa bilang begitu karena AD menceritakan bahwa wisuda SS dihadiri oleh salah satu menteri di Indonesia. Kok bisa?? Karena pacar SS adalah anak menteri tersebut, hehehe. Dari sinilah timbul kecurigaan bahwa kekuatan politik bapaknya SS maupun SS sendiri sudah terbilang kuat, sehingga KD khawatir nantinya jika SS punya peluang besar untuk jadi presiden. Memang, sedikit berlebihan dugaannya tetapi masuk akal juga :!:.

Cerita tersebut mengakhiri pertemuan kami hari ini dan tanggapan saya untuk SS, berharap jangan sampai SS jadi presiden, bisa gawat soalnya.. hehehe

Tags: , , , , , ,

AUTHOR

# Mulutku seperti brankas. Tidak akan terbuka sampai Anda minta untuk membukanya. Semua orang butuh tempat untuk bercerita. Ceritakan pada saya. Pasti akan mendapatkan balasan dari saya apabila bercerita lewat aprillins at gmail.com. Saya tidak akan menanggapi dengan serius, tapi Anda akan mendapatkan jawaban yang masuk akal.

Belum ada tanggapan untuk “Dari Kuliah Sampai Bubur Ayam Syarifah”

Silakan Beri Komentar