Tips Makan di Restoran: Komunikasi Pelanggan dan Pelayan

grandeprovence.co.za

Grande Provence

Makan di restoran? Siapa sih yang tidak suka? Apalagi gratis, semua orang bisa saja suka. Makan, makan, dan makan, kadang keinginan makan atau yang disebut dengan kelaparan atau sedang nafsu makan membuat orang lupa diri bahwa kita semua adalah manusia. Ketika di restoran pun kita terlingkup dalam komunikasi sosial.

Komunikasi Pelanggan dan Pelayan

Pelanggan hendaknya mengerti bahwa pelayan bekerja demi hidupnya. Sebaliknya juga demikian, pelayan harus mengerti bahwa orang yang datang ke restoran pastinya adalah orang yang punya hajat, yaitu mau makan. Kalau orang mau makan kebanyakan dari mereka adalah orang yang lapar. Kalau orang sudah lapar pikiran dan emosinya labil, jadi gampang marah dan kesal. Kalau sudah demikian, pelayan pun bisa kena marah.

Pelayan hendaknya dididik agar mengetahui apa kemauan pelanggan dan membayangkan dirinya ketika menjadi pelanggan yang kelaparan. Paling tidak, jika restoran sedang ramai pelayan menanyakan kepada pelanggan yang baru datang agar pelanggan tersebut tidak merasa dicuekin. Saya sebagai pelanggan tidak akan menunggu lebih dari 7 menit untuk ditanyakan oleh pelayan, lebih dari itu saya pergi ke restoran lain. Apa yang saya butuhkan di sini sebagai pelanggan? Perhatian. Saya menunggu kepastian bahwa saya diperhatikan dan disadari sebagai pelanggan. Apa gunanya pelayan jika tidak memperhatikan pelanggannya?

Nah, kalau sudah diberikan perhatian saya bisa tenang dengan asumsi bahwa pelayan tersebut akan melayani saya. Pelayan juga bisa memberitahukan dan bertanya kalau restoran penuh apakah ingin menunggu atau bagaimana? Jadi di sini pelanggan diberikan pilihan, bukannya disuruh menunggu tidak jelas.

Saya sebagai pelanggan lebih suka dilayani dengan biasa saja, tidak terlalu formal, tetapi tidak pula begajulan. Jadi ya biasa saja, becanda boleh tapi ya tahu diri soalnya kadang ada pelayan yang tidak tahu diri alias kebanyakan ngomong dan bawel, bikin pusing saja. Just straight to the menu with a little styles, I am starving here. Pelanggan mau makan, bukan mau ngobrol atau ditawarin makanan secara brutal.

Kalau saya lebih baik disuruh menunggu datangnya makanan selama 30 menit dan tepat waktu. Daripada dibilang tunggu 15 menit tapi datangnya 20 menit alias terlambat. Karena hal tersebut bikin pengharapan jadi hancur dan otomatis menjadi kesal, janji haruslah ditepati, jangan berjanji jika tidak bisa menepati.

Pelanggan Juga Harus Sopan dan Tahu Diri

Jika pelanggan sudah dilayani dengan baik setelah memesan/order makanan oleh pelayan, maka saatnya bertingkah laku sebagai pelanggan yang baik. Tunggulah makanan datang sesuai dengan waktu yang dijanjikan, kalau waktu yang dijanjikan sudah melebihi barulah bisa komplain.

Pelanggan juga tidak boleh memanggil pelayan seenaknya contohnya memanggil dengan raut muka tidak bersahabat, berbicara kasar, berteriak atau mengeluarkan kata-kata kotor, atau memanggil dengan menjentikkan jari berulang-ulang kali. Sebenarnya peran pelanggan yang datang ke restoran sangatlah sedikit.

Pelanggan hanya harus memesan makanan, menunggu makanan datang, makan, bayar dan pulang. Jadi tidak susah menjadi pelanggan yang baik. Misalnya, ada kasus makanan yang salah, kalau benar-benar salah dan tidak suka mintalah diganti jangan marah-marah secara brutal.

Pelayan menghadapi berbagai macam pelanggan mulai dari yang memberi tip sampai dengan yang tukang marah-marah menghancurkan fasilitas restoran. Pastilah lumayan stres jadi pelayan. Oleh karenanya sebagai pelanggan yang baik, ada baiknya berkomunikasi dengan nada suara yang ramah, lemah lembut, sedikit becanda, dan kalau bisa menggunakan kata ‘tolong’. Dengan hati yang tidak tertekan maka pelayan akan encer otak dan perasaanya untuk melakukan pekerjaannya dengan baik, secara otomatis di sini pelanggan juga untung kan kalau dapat pelayanan maksimal? Jelas iya.

 

 

Tags: , , , , , ,

AUTHOR

# Mulutku seperti brankas. Tidak akan terbuka sampai Anda minta untuk membukanya. Semua orang butuh tempat untuk bercerita. Ceritakan pada saya. Pasti akan mendapatkan balasan dari saya apabila bercerita lewat aprillins at gmail.com. Saya tidak akan menanggapi dengan serius, tapi Anda akan mendapatkan jawaban yang masuk akal.

3 tanggapan untuk “Tips Makan di Restoran: Komunikasi Pelanggan dan Pelayan”

  1. April 5th, 2011 at 09:24 | #1

    Saya belum pernah makan di restoran, hehe

  2. April 7th, 2011 at 21:54 | #2

    terimakasih infonya ya! 😉

  3. barong
    January 4th, 2012 at 00:01 | #3

    kayaknya susah diterapkan di indonesia,karena orangnya sensi dan gimana gitu

Silakan Beri Komentar