Biaya Cek Usus Buntu (Appendicografi) Beserta Obat dan Dokter di RS Panti Rapih Yogyakarta
Hampir genap seminggu saya mengalami sakit di perut bagian kanan bawah. Sebelumnya, saya sempat konsultasikan dulu penyakit ini ke teman kosan saya yang kuliah di Fakultas Kedokteran UGM, Bambi. Dia bilang takutnya ada usus buntu oleh karenanya dia menyarankan untuk periksa di dokter saja. Sehari kemudian saya langsung memeriksakan kondisi perut saya ke Rumah Sakit (RS) Panti Rapih, Yogyakarta.

Hari Pertama
8 Juni 2011 – Di RS tersebut saya langsung tanyakan lokasi dokter Penyakit Dalam yaitu di lantai 2. Setelah itu saya mendaftar untuk mendapat nomor antrian. Lalu saya menunggu sampai akhirnya dipanggil masuk.
Di dalam ruangan periksa, perut saya diperiksa. Setelah itu Dokter menyarankan saya untuk tes urin untuk mengetahui apakah ada infeksi saluran kencing atau tidak dan ke bagian radiologi untuk dilakukan pengecekan usus buntu (appendicografi). Hal ini dilakukan karena menurut dokter posisi usus buntu dan saluran kencing berdekatan jadi sebaiknya diperiksa keduanya supaya tidak menduga-duga.
Saya pun melakukan tes urin terlebih dahulu. Lalu, untuk bisa appendicografi haruslah dilakukan cuci perut dengan meminum garam inggris (obat pencahar) terlebih dahulu sampai buang air besar atau selang 2-4 jam. Setelah itu, Kontras Appendicogram (Barium) dapat diminum. Fungsi dari Barium ini adalah memvisualkan bentuk usus besar dan utamanya memvisualkan usus buntu (appendix) ketika dilakukan proses radiologi. Setelah minum barium maka harus puasa sekitar 10-12 jam sampai akhirnya dapat dilakukan radiologi.
Rincian biaya pada hari pertama ini adalah:
| Keterangan | Biaya |
| Jasa rumah sakit poli penyakit dalam | Rp15.000 |
| Jasa medis dokter | Rp50.000 |
| Laboratorium (Tes Urin) | Rp48.000 |
| Obat – Pronalges 100mg tablet 2 butir | Rp10.106 |
| Obat – Nislev 500mg tablet 2 butir | Rp61.894 |
| Kontras Appendicogram | Rp42.000 |
| TOTAL | Rp227.000 |
Hari Kedua
9 Juni 2011 – Pagi hari saya datang ke RS Panti Rapih pukul 08.30 untuk melakukan radiologi. Setelah melakukan radiologi maka menunggu dulu hasilnya selesai sekitar 45 menit. Ketika selesai, saya langsung ke lantai 2 untuk konsultasi ke dokter.
Sampai di ruangan dokter saya langsung menyerahkan hasil tes urin dan appendicografi yang saya lakukan sebelumnya. Hasilnya, tidak ada infeksi saluran kencing. Hasil appendicografi menunjukkan bahwa ada kemungkinan besar bahwa usus buntu saya mengalami peradangan, solusinya yaitu dioperasi. Saya pun pikir-pikir dulu kalau ingin dioperasi mengingat tanggal 15 Juni ini saya ujian skripsi.
Setelah selesai konsultasi, saya pun meminta dokter untuk memberi obat generik saja karena pada hari sebelumnya saya diberikan obat antibiotik, yang menurut saya mahal, yaitu Nislev yang nama generiknya adalah Levofloxacin. Perbedaan harga obat bisa dilihat dengan membandingkan rincian biaya pengobatan hari pertama dan hari kedua di bawah ini.
| Keterangan | Biaya |
| Radiologi (Appendicografi) | Rp140.000 |
| Jasa rumah sakit poli penyakit dalam | Rp15.000 |
| Jasa medis dokter | Rp50.000 |
| Obat – Asam Mefenamat 500mg kapsul 20 butir | Rp3.425 |
| Obat – Levofloxacin 500 mg tablet 7 butir | Rp10.575 |
| TOTAL | Rp219.000 |


Artikel Sebelumnya
Belum ada tanggapan untuk “Biaya Cek Usus Buntu (Appendicografi) Beserta Obat dan Dokter di RS Panti Rapih Yogyakarta”