Mari Menulis Puisi ala Saya!

Seorang teman pernah menawarkan sebuah acara padaku, acaranya cukup menarik dan membuatku berpikir. Adalah acara workshop menulis puisi. Menurutku menulis puisi tidak membutuhkan sekedar workshop, karena setiap orang mempunyai trik atau cara sendiri untuk bisa menulis puisi. Ketika seseorang mulai berjarak dari sebuah peristiwa yang dia alami, sangat mungkin untuknya merangkai peristiwa dengan diksi ( pilihan  kata ) untuk menyusun suasana dalam puisi tersebut.

Stephen Ullman, seorang linguistik, mengatakan bahwa semakin berjarak pilihan kata dan majasnya maka semakin ekspresif puisi tersebut. Secara teoritik seperti itu, namun secara pengalaman, seorang penyair mempunyai cara sendiri-sendiri. Misalkan dengan menggunakan kuis, memintalah sepuluh kata dari seorang kerabat, yang nantinya disusun dalam sebuah puisi misalkan.

Namun saya secara pribadi, lebih menyukai cara yang –bisa dikatakan – natural. Mulai membuka indera – penglihatan, penciuman, pengecap, pendengaran, peraba – untuk menangkap sebuah peristiwa yang saya temukan dan temanya menarik untuk ditulis menjadi sebuah puisi. Namun semua tema adalah menarik, tergantung bagaimana kepekaan, kedetailan, dan suasana yang  dibangun dalam puisi tersebut. Selamat mencoba.

Tags: , ,

AUTHOR

# kuliah Fakultas Filsafat di Universitas Gadjah Mada. Sekarang tinggal di Yogyakarta.

Belum ada tanggapan untuk “Mari Menulis Puisi ala Saya!”

Silakan Beri Komentar